Dealing with Mammon and Serving God — pembacaan Alkitab: Lukas 16:1-13. Hari ini hanya ada dua jalan untuk melayani: kalau tidak melayani Allah, tentu melayani mamon.
Sangat sulit menemukan sejumlah orang yang hanya melayani Allah semata. Mencari uang bukanlah pijakan yang tepat bagi seorang Kristen.
Lukas 16:1-13 · Keluaran 12:35-36 — sikap kritis orang Kristen terhadap uang.
Uang itu sendiri tidak jujur, baik dalam sifat maupun substansinya (Luk. 16:1-13). Allah menciptakan dari satu segala sesuatu, dan uang menyatukan segala sesuatu menjadi satu. Semua pekerjaan yang wajar selalu mendapatkan keuntungan dari alam, bukan dari saku orang lain.
Mamon menuntut penyembahan manusia, sebagaimana halnya Allah. Karena itu, hari ini kita perlu bertobat perihal sikap kita terhadap uang. Menanggulangi mamon bukan soal kaya atau miskin — ini soal penyembahan berhala (Records of the Kuling Training, Vol. 59).
Pemberesan yang nyata atas masa lalu — Keluaran 12:35-36.
Pekerjaan yang keuntungannya berasal dari saku orang lain, bukan dari alam.
Menjaga diri tetap bebas untuk melayani Allah.
Kita tidak berharap satu pun di antara kita menghabiskan sepanjang hidupnya menjadi pelayan Allah, tetapi tak seorang pun menyambutnya di dalam kemah abadi. Tuhan mengajar kita membawa orang ke dalam kemah abadi dengan menggunakan mammon yang tidak jujur (Luk. 16:9).
Lukas 6:38 · 2 Korintus 9:6 · Amsal 11:24 — “Cara orang kafir adalah menyimpan (menabung), tetapi cara orang Kristen adalah memberi.”
Bukan hanya menerima, melainkan memberi dulu, baru kemudian menerima. Anda memberi kepada orang dengan ukuran apa, orang akan memberi kepada Anda dengan ukuran itu juga.
Uang yang dikeluarkan bagi sesama dan pekerjaan Tuhan bukanlah dibuang — ia benih yang ditabur. Tanpa benih yang ditanam, mustahil ada tuaian.
Alasan terbesar kekurangan di antara orang-orang imani adalah karena mereka tidak memberi. Kalau ingin berkelimpahan, harus memberi; kalau ingin miskin, simpanlah, tahanlah.
Maleakhi 3:10 · Filipi 4:15-19 · 1 Raja-raja 17–18 — Allah mau dan mampu menyuplai; tetapi pemberian-Nya ada syaratnya.
Paulus menuliskan janji ini kepada jemaat Filipi yang telah lebih dulu memberi bagi kebutuhannya (Flp. 4:15-18). Janji ini hanya dapat dipegang oleh orang-orang yang berada di atas prinsip menyuplai orang lain. Semua orang yang terperosok ke dalam musibah kekurangan, pasti ada penyakitnya: pengaturan keuangannya tidak menurut prinsip Allah.
Segenggam tepung dan sedikit minyak yang terakhir hanya cukup untuk seketul roti bagi dirinya. Tetapi ia perlu memberikan roti pertamanya kepada nabi Elia — sesudah itu, Tuhan menopang hidupnya dan hidup anaknya selama tiga setengah tahun.
Di masa kekeringan, Elia menuangkan berbuyung-buyung air ke atas mezbah — sebelum hujan lebat turun. Siapa yang ingin melihat air turun dari langit, ia harus bisa melepaskan air yang ada padanya. Apa pun harus bisa dikeluarkan; kita harus dilepaskan dari kuasa uang.
Tuan Moore, redaktur majalah rohani “Hayat dan Iman” di Inggris — hidupnya selalu bersandar kepada Tuhan dan sangat mengenal Lukas 6:38.
Dalam rumahnya hampir tidak ada barang apa-apa lagi. Setelah menunggu satu dua hari, tidak satu barang pun dikirim orang.
Ia tidak memohon Tuhan memberi tepung gandum. Ia berkata kepada istrinya: “Beberapa hari ini kita telah lalai dalam memberi.”
Mereka berlutut dan berdoa, lalu menemukan satu peti mentega pemberian orang beberapa hari sebelumnya. Mereka menuliskan nama saudara saudari yang miskin, memotong-motong mentega itu menjadi potongan-potongan kecil, dan mengirimkannya ke rumah-rumah mereka.
Seorang saudari yang sangat miskin lagi cacat — beberapa hari hanya makan roti tanpa mentega — menerima kiriman itu, lalu menengadah: “Jika ia ada kekurangan, mohon Tuhan menjawab doanya.”
Pada hari itu juga, tidak lebih dari dua atau tiga jam kemudian, Tuan Moore menerima dua karung tepung gandum — dan berakhirlah kesulitannya.
Seorang hamba Tuhan di Inggris mengeluarkan dollar terakhirnya bagi Tuhan. Beberapa hari kemudian ia memerlukan 100 dollar untuk membayar upah para pekerjanya. Ia duduk tenang di hadapan Tuhan, memuji Dia, dan menggubah sebuah lagu — salah satu syairnya mengutip Mazmur 23: “piala berkat Tuhan melimpah.” Saat menuliskannya, ia tidak mempunyai uang sepeser pun.
Temannya di Inggris yang melihat lagu itu menulis surat: “Terima kasih kepada Allah, karena Ia begitu kaya bagimu!” Ketika tiba saatnya harus membayar, Tuhan menggerakkan pendetanya yang dulu di Inggris mengirim 100 dollar kepadanya.
Records of the Kuling Training, Vol. 59 — orang Kristen tidak boleh menimbun mamon; pertahankan praktik tidak ada kelebihan. Enam pedoman penyaluran:
Seorang Kristen harus memulai jalur kebangunannya dari pengalaman kelepasan dari mamon.
Setiap kata dari firman Allah patut dipercayai. Kebanyakan orang mempunyai satu kesulitan, yaitu tidak mempercayai firman Allah sebagai firman Allah.