How to Study the Truth — kebenaran adalah realitas dari seluruh ekonomi ilahi; ia bukan sekadar doktrin, melainkan terang surgawi yang disiarkan ke dalam kita dan tersusun menjadi konstitusi kita.
Jika kita membaca firman tanpa Roh itu, firman itu hanyalah doktrin dan bukanlah kebenaran; jika kita hanya memiliki Roh tanpa firman, Roh itu bukanlah kebenaran. Kebenaran adalah firman yang disinari oleh Roh menjadi realitas.
Kebenaran berarti realitas: seluruh hal yang sejati yang diwahyukan di dalam firman Allah — terutama Kristus sebagai perwujudan Allah dan gereja sebagai Tubuh Kristus.
Kebenaran bukan hanya sekadar sebuah laporan atau kata-kata yang tertulis di dalam Alkitab; kebenaran adalah suatu visi surgawi yang “disiarkan” ke dalam diri kita. Ketika Roh sebagai listrik surgawi menyinari fakta-fakta yang tercatat di dalam Alkitab, fakta-fakta itu menjadi kebenaran, realitas.
Seluruh realitas dari ekonomi ilahi, sebagai isi wahyu ilahi, disampaikan dan diungkapkan oleh firman kudus. Lima aspek realitas itu:
Allah yang adalah terang dan kasih berinkarnasi untuk menjadi realitas dari hal-hal ilahi.
Kristus, Allah berinkarnasi, sebagai realitas Allah dan manusia, lambang, gambaran, dan bayang-bayang Perjanjian Lama.
Roh itu, yang adalah Kristus yang ditransfigurasi, sebagai realitas Kristus dan wahyu ilahi.
Firman Allah sebagai wahyu ilahi tidak hanya mewahyukan tetapi juga menyampaikan realitas Allah dan Kristus.
Unsur hakiki dari apa yang kita percayai, sebagai realitas Injil yang penuh yang diwahyukan di seluruh Perjanjian Baru.
Setiap orang yang telah beroleh selamat seharusnya memiliki suatu kesadaran yang lengkap akan hal-hal yang telah terwahyu di dalam firman Allah.
Memiliki pengetahuan yang penuh akan kebenaran berarti menyadari tujuan Allah di dalam ekonomi-Nya dan bertumbuh ke arah kematangan dalam kehidupan rohani. Ini adalah suatu pengenalan dan apresiasi yang penuh terhadap realitas dari hal-hal rohani dan ilahi yang telah kita terima melalui iman.
Terkonstitusi dengan kebenaran berarti memiliki kebenaran yang tergarap ke dalam kita menjadi susunan kita, konstitusi kita yang intrinsik dan organik.
Kita dikonstitusi dengan kebenaran melalui firman, oleh Roh, dan di dalam kehidupan gereja — dan kebenaran masuk ke dalam kita melalui pikiran, pemahaman kita.
Jika kita membaca firman tanpa Roh itu, firman itu hanyalah doktrin dan bukanlah kebenaran.
Jika kita hanya memiliki Roh itu tanpa firman, Roh itu bukanlah kebenaran. Keduanya harus bersama.
Kehidupan gereja adalah ruang lingkup untuk dikonstitusi dengan kebenaran, sebab gereja adalah tiang penopang dan dasar kebenaran.
Jika kita tidak mengerti, kebenaran tidak dapat masuk ke dalam kita. Sekali kebenaran masuk melalui pemahaman, ia tetap tinggal di dalam ingatan kita — membuat kita memiliki suatu akumulasi kebenaran.
Pemulihan Tuhan adalah pemulihan kebenaran dan hayat. Baik kebenaran maupun hayat adalah Kristus sendiri, namun keduanya adalah aspek yang berbeda dari apa adanya Dia.
Seluruh isi Alkitab adalah kebenaran, dan di dalam kebenaran inilah hayat itu tersimpan. Untuk mengalami Tuhan sebagai hayat, kita harus mengenal kebenaran — kalau kita tidak jelas tentang kebenaran, kita tidak memiliki jalan untuk menikmati Tuhan sebagai hayat kita.
Kebenaran yang solid yang terkonstitusi ke dalam kita menjadi rawatan yang konstan dan jangka panjang di dalam kita — 1 Tim. 4:6.
Mereka yang dikonstitusi dengan kebenaran adalah berkat yang besar bagi gereja. Marilah kita masuk ke dalam Alkitab Versi Pemulihan, pengkajian kristalisasi, dan berita-berita puncak tinggi — untuk dikonstitusi dengan kebenaran dan hayat.